I have not read a book, any books, a complete one for a long time. I have two storybooks on my bedside table, that are not finished. One is read less than half, and then I already moved on to the second book. Nothing quite profound I guess. Anyway, reading - I loved it, and I still love it. Simply because it gives me the power to explore, and basically to learn something new. In some motivational books that I have encountered all these years, I find peace in them. Sense of optimism and the can-do spirit.
Getting back to my post for today, I have NOT read this book, also, for quite some time. I used to flip through the content page of this book, whenever I'm feeling down, with the intention to find some articles that 'suits' my 'misery' at that point of time. I believe, by reading someone else's experience of the same problem might help me sort mine out. Hence, the new label in this blog, called 'bookmark'. I will start to quote any interesting piece from any books I feel worth to share.
As of now, I'm feeling a tad bit depress. Yes, you heard me. DEPRESSION is a big word. I wouldn't say I am, but almost there. Lately, anything associated with making decisions would cause dejection, demoralizing and discouragment. Life is all about making decisions. I am suck at making decisions. So basically, I suck. Or my life is. (of course I dont feel this way all the time. On the contrary,alhamdulillah I can't be more grateful for what I have. So, this is what we call a mood swing!). So now I am, flipping through this book with the faith that I would find something useful to ease the burden, as I did before. Or at least to guide me on how to unravel the complexities I currently face. Read on...
Source : Don't Be Sad
Author : Dr. Ayidh bin Abdullah Al-Qarni
Translated by : Noraine Abu (Sorry, it's in Malay language, will post the english version once I found the english version book, somewhere under my bed! ;) )
Firman Allah swt di dalam surah Ali-'Imran, ayat 159:
....apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal (kepada-Nya).
Sesungguhnya kebanyakan dari kita mengalami keraguan manakala harus mengambil suatu keputusan penting sehingga menjadi gelisah, bingung, kacau dan ragu, sehingga akhirnya mengalam sakit dan pening kepala yang berpanjangan. Adalah kewajiban seorang hamba untuk selalu bermusyawarah atau beristikharah kepada Allah. Kemudian merenung sebentar, setelah itu. Jika kemudian merasakan ada sesuatu yang menurutnya paling tepat, majulah dan jangan ragu-ragu. Sekarang, bulatkan tekad, tawakkal dan mantapkan hati, agar hidup ragu-ragu dan bimbang cepat berakhir.
Sesungguhnya Rasulullah saw sendiri meminta pandangan kepada kaum muslimin sehubungan dengan rencana melakukan perang Uhud, sedang beliau berada di atas mimbarnya. Para sahabat mencadangkan agar Rasulullah saw turun langsung ke medan perang. Maka Rasulullah saw segera memakai baju perang dan mengambil pedangnya. Ketika mera berkata, "Barangkali kami telah memaksa engkau, wahai Rasulullah? Bagaimana kalau engkau tetap tinggal di Madinah?" Rasulullah saw menjawab : Pantang bagi seorang Nabi bila telah mengenakan baju perangnya untuk melepasnya kembali sebelum Allah memutuskan dia dan musuhnya.
Selanjutnya Rasulullah saw bertekad untuk tetap berangkat ke medan Uhud. Sebenarnya, dalam menghadapi sebuah permasalahan tidak perlu sikap ragu-ragu. Masalah apapun harus dihadapi dengan keyakinan yang kuat dan tekad yang bulat. Sebab keberanian dan kepimpinan itu tampak dalam pengambilan keputusan. (obviously I'm not a good leader ;( )
Sesungguhnya di antara karaktor orang-orang munafiq adalah suka menggagalkan rencana sendiri kerana terlalu banyak mengulang pertanyaan dan banyak mempertimbangkan pendapat yang telah ditetapkan.
Sesungguhnya orang-orang munafiq itu selalu mengatakan "seandainya", "...akan jadi begini jika begini", dan "boleh jadi". Kesannya, kehidupan mereka pun berdiri di atas pengandaian, di atas langkah yang maju-mundur, dan ketidakjelasan.
Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demkian (iman dan kafir), tidak termasuk pada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) pada golongan itu (orang-orang kafir).....(An-Nisa':143)
Sesekali mereka bersama kita dan pada kesempatan yang lain bersama musuh kita. Sesekali berada di pihak ini dan lain kali berada di pihak itu.
Sesungguhnya sikap ragu-ragu merupakan ketidakberesan dalam melihat sebuah permasalahan, memadamkan semangat, melemahkan rencana, menyia-nyiakan susah-payah dan melahirkan kebimbangan dalam melangkah. Ragu-ragu adalah penyakit yang tidak ada ubatnya kecuali dengan ketekadan, perbuatan dan keteguhan hati. Banyak masalah yang menjelaskan bahawa keputusan-keputusan kecil dan permasalahan remeh-temeh harus diselesaikan selama bertahun-tahun. Saya dapat memastikan bahawa sikap itu tiada lain kerana keraguan dan kebimbangan telah menguasai mereka dan menguasai teman-teman yang ada di sekitar mereka.
Sesungguhnya mereka telah membiarkan kebimbangan merasuki jiwa mereka sehingga mempengaruhinya dan membiarkan kekacauan menghinggapi hati mereka sehingga menyibukkannya.
Sesungguhnya sudah menjadi keharusan bagi anda setelah mempelajari kenyataan adalah memikirkan permasalahan itu, bertukar pendapat dengan orang yang bijaksana dan berpengalaman, beristikharah kepada Tuhan alam semesta, berjalan ke depan menghadapi masalah, dan menyelesaikan yang sudah ada di depan mata terlebih dahulu.
Jika anda mempunyai pendapat
Putuskanlah dengan tegas
kerana sesungguhnya keraguan anda
akan melemahkan pendapat anda sendiri
*The End*
Note : Sangat berguna untuk diaplikasikan dalam setiap hal. Termasuk dalam memilih pasangan hidup.
Note to self : Cinta hati cinta hati yang lalu, yang telahpun meninggalkan dan ditinggalkan, lupakan saja. Yakin dengan keputusan kamu...
God willing~

No comments:
Post a Comment